Sajak tentang Berdamai

Suatu memori atau kenangan yang membuat kita sedih, bukan untuk dilupakan, tetapi kita harus berdamai dengan memori-memori itu. 

Inilah sajak itu, sajak tentang berdamai akan memori-memori yang pernah terukir.

Ketika seseorang yang sungguh berarti dalam hatimu pergi, bukan karena sudah tidak mempunyai rasa lagi, tetapi karena keadaan yang mengharuskannya, apa yang bisa kita lakukan? 

Ketika seseorang yang selalu membuatmu tersenyum setiap kali kau mengingatnya, tidak lagi ada bersamamu saat ini, apa yang bisa kita lakukan? 

Ketika seseorang yang selalu menggenggammu dengan erat, tidak lagi kau rasakan genggamannya, apa yang bisa kita lakukan?

Ketika seseorang yang sungguh kamu sayangi, tak lagi ada di sampingmu, bukan karena dia tak lagi menyayangimu, tapi karena kita tidak bisa bersama, apa yang bisa kita lakukan? 

Ya, jawabannya adalah berdamai. Hanya itulah yang bisa kita lakukan.

Berdamai dengan segala hal mengenai seseorang itu. Berdamai akan memori-memori yang pernah ada. Berdamai, bukan melupakan. Berdamai, bukan menghapus. Berdamai, bukan membenci. Berdamai, ya, berdamai itu merelakan.

Mungkin tidak akan mudah untuk berdamai, butuh waktu. Butuh waktu yang tidak sebentar. Bisa satu bulan, setengah tahun, satu tahun, atau lebih dari itu.

Dan karenanya, aku akan berdamai hingga batas waktu yang tidak ditentukan. 

Itulah sebuah sajak tentang berdamai.

Agustus 2016

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s