Refleksi Perjalanan di Tahun 2016

Tahun ini adalah tahun aku pulang dari penempatanku mengabdi selama satu tahun di Majene, Sulawesi Barat. Semenjak perjalananku selama satu tahun itu, aku menyadari bahwa Indonesia itu begitu luas dan sangat beragam untuk dinikmati setiap jengkal bagiannya.

Di tahun ini, saya berkeliling ke tempat-tempat baru yang belum pernah saya kunjungi sebelumnya atau tempat-tempat yang pernah saya kunjungi untuk menikmatinya kembali. Ya, saya berkeliling, salah satunya adalah untuk bersilaturahmi.

Perjalanan pertama di tahun 2016 ini yaitu pada bulan Februari. Saya bersama teman-teman kuliah pergi ke Medan, tepatnya ke Kabanjahe. Kabanjahe adalah tempat kelahiran salah satu teman baik kuliah saya, Ave namanya. Ya, inilah kali pertama saya menjejakkan kaki di Pulau Sumatera. Di sana, kami bersilaturahmi dengan keluarga Ave. Keceriaan dan kehangatan pun menyambut kedatangan kami disana. Kami pergi mengunjungi beberapa tempat wisata seperti Air Terjun Sipiso piso, Danau Toba, Bukit Gundaling, dan lainnya.

Di Bulan Maret (12-13 Maret 2016), saya pergi ke Malang dan Batu. Naik kereta selama kurang lebih sekitar 10 jam, sendirian. Perjalanan ini pun saya nikmati dengan senang hati, karena lagi-lagi tujuannya adalah silaturahmi. Ya, saya ke sana untuk bertemu teman saya, Ebi, sekaligus melihat penampilan dari anak-anak asuhan komunitas Save Street Child Malang (yang mana komunitas ini adalah komunitas teman saya itu ketika kuliah dulu). Sedikit cerita, Ebi adalah teman sepenempatan, yang bisa dibilang teman seperjuangan, waktu dulu di Majene.

Ketika itu, saya diajak berkeliling di Malang, melihat tatanan kota Malang. Yang paling saya suka adalah tatanan tamannya. Di Malang, cukup banyak taman yang nyaman yang bisa digunakan sebagai tempat untuk berkegiatan. Selain di Malang, saya juga diajak pergi ke Batu, sangat dingin di Batu. Waktu itu, saya diajak pergi ke Bukit Banyak, tempat sejuk dan tinggi dimana kita bisa melihat Kota Batu dan Malang dari atas. Perjalanan ke Malang pun menjadi perjalanan yang menarik, karena selama perjalanan di kereta, saya berkenalan dengan teman baru (yang hingga saat ini masih berkomunikasi). Mereka adalah mahasiswa UNJ jurusan seni tari yang juga sedang pulang untuk melakukan riset di kampung halamannya, Malang untuk tugas kuliah mereka.

Selanjutnya, di Bulan Mei dan November, saya pergi ke Purwakarta. Purwakarta pun menjadi salah satu tempat ‘bersejarah’ bagi saya karena di situlah selama 2 bulan, saya mendapatkan pelatihan sebelum mengabdi selama satu tahun (bersama 51 orang lainnya). Di Purwakarta juga, saya menemukan anak-anak kecil di sekitar tempat pelatihan yang sangat suka jika diajak belajar sambil bermain, Wulan, Alif, Haikal, dan yang lainnya. Waktu itu saya ke Purwakarta karena memang sedang ada camp pelatihan intensif Pengajar Muda untuk angkatan selanjutnya. Saya datang ke sana, untuk menjadi assessor (mengisi sesi), sekaligus untuk melihat perkembangan anak-anak tersebut.

Oci, teman sepenempatan juga ketika di Majene, menikah di Bulan Juli (16 Juli 2016). Pernikahannya diselenggarakan di Purwokerto. Saya diberi tugas untuk membantu dokumentasi. Maka jadilah di Bulan Juli itu saya pergi ke Purwokerto dengan naik kereta bersama Patria dari Stasiun Pasar Senen Jakarta. Kedatangan kami di Purwokerto pun disambut hangat oleh kedua orang tua Oci. Lagi-lagi, saya menjadi lebih mengenai karakter orang tua teman saya, dan menjadi lebih mengenal lagi teman saya itu. Selama di Purwokerto, kami menyempatkan untuk pergi ke Batu Raden.

Selanjutnya, di Bulan September, saya pergi ke Bojonegoro, karena ada lagi teman saya yang menikah (25 September 2016), Rina namanya, yang memang teman sepenempatan juga bersama Oci ketika di Majene. Perjalanan ini pun unik, karena saya tidak langsung naik kereta ke Bojonegoro, melainkan saya mampir terlebih dahulu di Solo. Saya pergi naik kereta dari Jakarta, dan turun di Stasiun Solo Balapan, stasiun yang sering saya dengar di lagu. Saya turun di Solo, karena rencananya akan pergi bersama-sama Oci dengan menggunakan mobil ke Bojonegoro. Akan tetapi ternyata, Oci harus ke Semarang dulu karena ada teman kuliahnya yang menikah juga. Alhasil kami pun naik mobil ke Semarang, lalu dari Semarang kembali ke Solo, baru selanjutnya ke Bojonegoro.

Di bulan Oktober, saya pergi ke Bali dan Surabaya. Ke Bali karena ada acara NCODE, dari kantor. Lalu ke Surabaya karena saya mengunjungi kakak saya yang sejak bulan Juli kemarin bekerja di Surabaya. Di Bali pun saya berkeliling bersama beberapa rekan kerja, Mba Erika, Mba Pingkan, dan Kak Freddo, yang kebanyakan berjalan kaki untuk mencari tempat-tempat yang menarik untuk didatangi. Kami sangat senang, karena walaupun tidak berkeliling ke tempat yang jauh-jauh, tetapi dengan berjalan kaki, kami bisa menemukan banyak hal baru. Selesai NCODE, saya pergi ke Surabaya untuk mengunjungi kakak dan bonusnya adalah bertemu dengan teman-teman Pengajar Muda yang ada di Surabaya, Verra dan Ruri. Saya pun diajak untuk mengunjungi tempat-tempat seperti tempat makan lontong balapan, Tugu Pahlawan, Jembatan Suramadu (menyeberang ke Madura), dan tempat-tempat lainnya.

Perjalanan terakhir keluar kota di tahun 2016 ini, adalah perjalanan ke Bandung (14 Desember 2016), bersama Madam Irene, manager favoritku di kantor. Kami ke Bandung naik mobil, madam yang mengendarainya, untuk ketemu vendor. Ya, perjalanan yang sangat panjang hari itu bagi kami berdua. Perjalanan menuju Bandung ditempuh selama 4 jam, sedangkan kembali ke Jakarta ditempuh selama 6 jam. Macet di tol, padat merayap. haha. Tapi banyak keseruan yang terjadi selama di perjalanan.

Satu lagi, sejauh apapun saya pergi, pasti akan tetap kembali pulang ke tempat kelahiran saya, Cirebon, karena Cirebon selalu mempunyai daya tarik dan memori indahnya tersendiri. Dalam setahun ini, bisa dibilang, saya banyak pulang ke Cirebon.

Ini perjalananku selama satu tahun ini. Perjalanan untuk mencicipi lokasi-lokasi di Indonesia sekalian silaturahmi dengan teman-teman lainnya. Yang saya sadari juga adalah bahwa banyak tempat di Indonesia yang harus kita datangi agar wawasan kita menjadi lebih berkembang lagi.

Selamat jalan-jalan bagi para penikmat travelling. Jangan lupa, travelling sambil silaturahmi ke teman-temanmu! 🙂

Iklan

3 thoughts on “Refleksi Perjalanan di Tahun 2016

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s