Mengolah Rasa

Sebenarnya, apa itu rasa? Ya, sedikit refleksi, minggu ini bisa dibilang adalah minggu ‘rasa’. Terus menerus diingatkan kembali akan artinya ‘rasa’, akan pentingnya ‘rasa’ dalam segala hal yang kita lakukan. Hehe rasa disini bisa dibilang seperti rasa suka, sayang, atau yang lainnya. Tapi yang terpenting adalah bagaimana rasa-rasa itu benar-benar dimaknai seutuhnya.

Mengapa saya bilang sebagai minggu ‘rasa’? Karena ada saja yang berhubungan dengan ‘rasa’ itu sendiri. Yang pertama yaitu dari sesi NLIGHT (sejenis leadership talk) bulan ini di tempat saya bekerja. Yang kedua adalah dari acara halal bi halal di tempat saya bekerja juga.

Setiap bulannya di tempat saya bekerja, selalu ada sesi NLIGHT yang menghadirkan para pembicara yang sangat inspiratif. Pembicara yang dihadirkan berasal dari berbagai macam latar belakang profesi dan memiliki pandangan-pandangan yang sangat menarik. Sesi bulan ini mengundang Mba Sekar Sari. Di sesi Mba Sekar, saya belajar mengenai ‘rasa’ yang bahwa ‘rasa’ itu sungguh penting bagi kita dalam menjalani hidup ini. Dengan ‘rasa’, kita dapat melakukan segala hal dengan seutuhnya dan ikhlas.

Acara halal bi halal di tempat saya bekerja juga sungguh unik, dikemas dalam suatu acara setengah hari dimana ada perlombaan-perlombaan, kegiatan salam-salaman, dan makan bersama. Pada acara halal bi halal kali ini dihadirkan sebuah ceramah singkat yang pengisinya adalah juga sesama karyawan di tempat kerja. Pada ceramah singkat itu, dijelaskan bahwa ada 3 hal yang perlu kita siapkan ketika kita mau beraktivitas (bekerja): (1) raga; (2) pikiran; dan (3) hati. Ketika ketiga hal tersebut sudah siap, maka aktivitas kita akan terpenuhi seutuhnya. Raga kita siap untuk melakukan aktivitas, pikiran kita juga siap, dan hati kita seutuhnya tercurahkan untuk aktivitas tersebut.

Menurut saya, dalam hidup ini, perlulah bagi kita untuk mengolah dan menggunakan rasa itu. Mulai dari hal-hal kecil hingga hal-hal besar sekalipun. Sebagai contoh, ketika ada seseorang yang sedang berbicara dengan kita. Apa yang seharusnya kita lakukan? Kita semua pasti tahu jawabannya, mendengarkan. Tetapi ketika mendengarkan itu, apakah sebenarnya yang seharusnya kita lakukan? Apa makna dari mendengarkan itu sendiri? Kita seharusnya mencurahkan sepenuhnya raga, pikiran, dan hati kita untuk mendengarkan orang yang berbicara kepada kita. Satu elemen saja kurang, maka pembicaraan menjadi kurang bermakna. Dengan menggunakan ‘rasa’ kita akan bisa dengan sungguh-sungguh mendengarkan orang yang sedang berbicara dengan kita, tidak hanya asal-asalan mendengarkan dengan setengah hati atau dalam kata lain, tidak memberikan perhatian sepenuhnya. Ya, itulah fungsi dari rasa, memberikan makna dalam segala hal yang kita lakukan, sekecil apapun.

Selain itu pula, ketika menggunakan rasa, kita akan melakukan suatu hal dengan sungguh-sungguh dan bisa menjadi diri sendiri, tidak berpura-pura untuk menjadi orang lain, karena memang kita menggunakan ‘rasa’ dan hati kita dengan sebaik-baiknya. Yuk mari kita sama-sama belajar mengolah ‘rasa’ dan menggunakannya dalam segala sesuatu yang kita jalani.🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s