Kabanjahe, We’re Coming!

Tulisan yang seharusnya diposting sejak lama, hehe. Tapi baru sempat, di long weekend ini.😀

Perjalanan pertamaku di tahun ini adalah ke Pulau Sumatera. Rencana perjalanan ini sudah disusun sejak tahun lalu, disusun dan dirancang bersama teman-teman kuliah. Kami berlima. Memang, kami berlima ini berencana untuk saling bersilaturahmi ke tempat kelahiran dari masing-masing kami, kampung halaman kami. Tahun lalu, 2 tempat kelahiran dari teman saya sudah dikunjungi, walaupun perjalanan itu tanpa saya. Dan tahun ini, kami ke Medan, Kabanjahe lebih tepatnya. Waktu perjalanan yang kami susun sebenarnya tidak lama, Sabtu pagi kami naik pesawat dari Jakarta ke Medan, dan Senin sorenya harus sudah kembali ke Jakarta karena keesokan harinya sudah  harus bekerja kembali ke kantor (teman-temanku yang sudah mulai kerja). Kebetulan waktu itu Hari Senin tanggal merah, libur Imlek (8 Februari).

Untuk pertama kalinya menginjakkan kaki di Pulau Sumatera, salah satu dari lima pulau terbesar di Indonesia. Jadi teringat dulu ketika belajar bersama anak-anak di penempatan tentang 5 pulau terbesar di Indonesia.😀

Sabtu pagi, kami naik pesawat dari Bandara Udara Soekarno-Hatta, dan sampai di Bandara Udara Kualanamu-Medan sekitar jam 9an. Bandara Kualanamu, adalah bandara udara baru di Medan, yang sebelumnya adalah Bandara Udara Polonia. Konon katanya, Bandara Polonia dipindahkan ke Bandara Kualanamu karena Bandara Polonia terdapat di tengah kota. Kesan pertama di Bandara Kualanamu, bagus, bersih, rapi, dan indah.

Dari bandara, kami mencari tempat makan siang yang searah ke rumah teman kami (Kabanjahe). Setelah makan siang, kami ke tempat yang bernama Penatapan Dolu dan Lau Dolu. Lau disini artinya sungai. Penatapan Dolu dan Lau Dolu adalah 2 tempat yang berbeda. Di Penatapan Dolu, dimana kita bisa ‘menatap’ atau melihat kota Medan dari atas. Tidak jauh dari situ, ada Lau Dolu, dimana kita bisa melihat pohon-pohon hijau tinggi menjulang, yang mana di bawahnya terdapat sungai.

Masih di hari yang sama, kami pergi ke suatu bukit, yang bernama Bukit Gundaling. Suhu disana sangat dingin, dan kebetulan waktu itu sedang hujan rintik-rintik, jadi suasana leih dingin lagi. Untuk sampai ke Bukit Gundaling, kita bisa berjalan kaki untuk sampai ke atas, atau menaiki kendaraan baik kendaraan roda dua maupun kendaraan roda empat. Saya dan teman-teman berjalan kaki untuk sampai ke atas.

Sampailah kami di atas, dan kami pun beristirahat di sebuah warung. Kami sudah berada di atas, ya di atas, kami pun bisa melihat penampakan kota Medan dan sekitarnya dari atas Bukit tersebut. Indah. Sambil menunggu hujan, kami pun memesan makanan dan minuman untuk menghangatkan tubuh kami. Mie rebus! haha enak dimakan ketika suasan dingin seperti ini.

Dari Bukit Gundaling, waktu sudah hampir malam, kami pun melanjutkan arah perjalanan ke Kabanjahe. Akan tetapi sebelum pulang ke Kabanjahe (rumah teman saya), kami pergi ke pemandian air panas dulu. Pemandian air panas yang langsung terletak di lereng gunung Sibayak. Pemandian air panas itu buka hampir 24 jam karena pengunjungnya tidak pernah sedikit. Air panas nya sungguh asri, karena berasal langsung dari gunung.

Setelah selesai dari pemandian air panas, kami pun menuju rumah teman saya di Kabanjahe untuk beristirahat. Ternyata suhu udara di Kabanjahe sangat dingin (karena posisinya yang berada di atas gunung).

Keesokan harinya, atau lebih tepatnya hari Minggu. Kami pergu menuju air terjun sipiso piso. Di perjalanan menuju air terjun tersebut pun cuaca sudah agak mendung dan gerimis. Maka kami pun memutuskan untuk membeli jas hujan, untuk mempermudah perjalanan kami ke air terjun sipiso piso. Mengapa harus membeli jas hujan? Karena untuk mencapai air terjun sipiso piso, kita semua harus berjalan kaki, menuruni dan menaiki banyak anak tangga, dan jika kondisi hujan (gerimis), akan sangat sulit jika tidak menggunakan jas hujan.

air terjun sipiso piso

Air Terjun Sipiso Piso

Dan ternyata benar, sampai di lokasi dekat air terjun, kondisi hujan gerimis. Tapi hujan itu tidak mengurungkan niat kami untuk mencapai tempat air terjun tersebut. Kami pun berjalan sambil menggunakan jas hujan yang sudah kami beli. Sepintas kami terlihat seperti pasukan power ranger jas hujan, haha, karena jas hujan kami berwarna-warni dan orang-orang pun aneh melihat kami. Sesampainya di air terjun, ya betapa indahnya air terjun itu, betapa besar ciptaan Tuhan.🙂

Dari air terjun, tujuan terakhir kami adalah Danau Toba. Ya, disana kami akan makan siang setelah berseru-ria dengan air terjun sipiso piso. Danau yang selama ini saya tahu namanya dari buku-buku pelajaran, dan sekarang saya bisa sampai disana. Danau terluas di Indonesia. Pemandangan yang sungguh mengagumkan, ditambah lagi dengan bendera merah putih yang berkibar di pinggiran danau tersebut.

danau toba

Foto dengan bendera Merah Putih

Keesokan harinya pun kami kembalike Jakarta, kembali dengan hati dan wajah penuh dengann senyum. Menyenangkan sekali bisa melihat Kabanjahe, Medan, ya melihat Indonesia. Semakin yakin bahwa Indonesia mempunyai potensi yang sangat besar dan bisa diolah.

Semakin berkeliling, semakin bersyukur, dan semakin mengenal Indonesia😀

Sampai jumpa di cerita perjalanan berikutnya.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s