Matuttu Sappirri (Dusun Rura)

“Dari sinilah kami mendapatkan penghasilan,” kata seorang anak di dusun sambil menunjukkan buah kemiri.
Ya memang benar, hampir semua penghasilan warga di dusun berasal dari panen kemiri, selain ada juga cokelat, cengkeh, dan tanaman lainnya. 

Kebun kemiri letaknya cukup jauh dari dusun. Jika warga dusun pergi untuk mengambil kemiri, maka bisa seharian waktu yang mereka perlukan untuk sampai ke kebun dan kembali ke dusun. Perjalanan yang ditempuh pun melalui jalan yang tidak datar, adakalanya naik tetapi adakalanya juga menurun.

Pohon kemiri berbuah sekitar 1-3 bulan. Buah yang sudah masak akan jatuh dari pohonnya dan akan dikumpulkan. Proses pengolahan kemiri cukup panjang namun tidak terlalu sulit. Setelah diambil dari pohonnya, kemiri akan dijemur hingga kering. Setelah itu kemiri akan diasap di tempat yang namanya patapa’a.

 
Proses pengasapan berlangsung selama beberapa jam. Setelah cukup diasap, maka kemiri siap untuk nituttu atau dipecah kulitnya. Sebelum dipecah kulitnya, kemiri direndam dulu dengan air biasa. Itulah kurang lebih proses pengolahan kemiri hingga bisa menjadi kemiri yang siap untuk dipakai atau dijual. Kemiri yang baru diambil dari kebun, satu kilonya bisa dijual sekitar 4.000-5.000 rupiah. Sedangkan kemiri yang sudah dipecah, satu kilonya bisa dijual sekitar 15.000-20.000 rupiah.

Mengenai daya tahan, kemiri cukup tahan jika disimpan. Kemiri yang sudah diasap jika belum dipecah, bisa tahan sampai 2 tahun ketika disimpan. Setelah diasap, ada juga kemiri yang hasilnya kurang bagus, atau kemiri yang hampir busuk, kalau bahasa disininya sappirri mamea. Kemiri ini bisa dijadikan lampu-lampu, yang akan menyala ketika dibakar dan mengeluarkan minyak.  

Kalau bercerita tentang kegunaannya, bukan hanya buahnya saja yang dapat digunakan sebagai bumbu masakan, tetapi juga kulit kemiri dapat digunakan sebagai permainan tradisional anak-anak khas disini. Namanya kalacan, atau kalau di Cirebon, di daerahku disebut kuwuk untuk main bekel.

Ya, itulah kurang lebih cerita tentang kemiri, sumber penghasilan di dusunku.🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s