Geng Klik Klik

Muridku, sayangku.

Murid SD di daerah penempatanku dituntut sudah bisa membawa motor sendiri karena kondisi tempat dan kondisi keluarga yang mengharuskannya. Padahal secara hukum, anak di bawah umur 17 tahun belum boleh mengendarai motor.

Seperti biasa, setiap sorenya, anak-anak selalu datang ke rumahku baik itu untuk belajar atau bermain. Suatu hari, saya membiarkan beberapa anak muridku untuk mengoperasikan sendiri laptopku. Saya hanya menyalakan laptop, memasangkan mouse, dan membuka folder musik karena mereka ingin mendengarkan musik untuk bernyanyi.

“Untuk memainkan musiknya, pilih musiknya lalu diklik 2 kali, ‘klik klik'” kataku pada anak-anak. Lalu mereka semua secara otomatis selalu mengucapkan kata ‘klik klik’ ketika hendak memainkan musik. Lucu saya mendengarnya.

Hingga suatu ketika, 3 dari anak-anak yang ikut mengoperasikan laptop itu naik motor bonceng 3 di dusun, dan mereka menyuarakan ‘klik klik’. Saya pun akhirnya menjuluki mereka sebagai ‘Geng Klik Klik’ (Andrian,  Jimmi, Uppi).



Bukan untuk membedakan satu anak dengan anak yang lainnya. Tapi, satu hal yang saya ambil dari hal ini, bahwa mereka selalu mengingat apa yang dipelajari dan selalu mengulang-ngulang hal tersebut.

Ya, Geng Klik-klik, belajarlah dimanapun kalian berada. 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s