Wayang Tavip – Generasi Wayang Masa Kini

Tanggal 21 September 2014 kemarin, Teater Koma mengadakan pementasan di Museum Nasional dalam rangka kegiatan ‘Akhir Pekan di Museum’. Kali ini Teater Koma membawakan suatu pentas yang bernama ‘Wayang Tavip’.

Wayang Tavip ini ternyata diciptakan oleh Bapak Muhammad Tavip, seorang pengajar seni teater di Sekolah Seni Tari Indonesia (STSI). Hal yang terbersit dipikiran orang-orang ketika mendengar kata wayang untuk pertama kali adalah tradisional. Akan tetapi, wayang yang satu ini (Wayang Tavip), berbeda dengan wayang-wayang lainnya. Wayang Tavip merupakan generasi wayang masa kini.

Menurut para pemain wayang tavip di Teater Koma, perbedaan yang mendasar antara Wayang Tavip dengan wayang lainnya adalah:

  1. Memiliki warna yang menarik.
    Berbeda dengan wayang lainnya, wayang tavip ini memiliki warna yang bermacam-macam sesuai dengan karakter atau tokoh yang dimunculkan di wayangnya.
  2. Tata lighting ketika pementasan.
    Agar menghasilkan bayangan yang bagus (warna pada wayang muncul dengan sempurna), maka tata lighting harus disesuaikan kembali.
  3. Cerita yang digunakan
    Untuk cerita, biasanya wayang lain sudah ada pakem nya, sedangkan wayang tavip, dapat dicustomize sesuai dengan kebutuhan.

Persamaannya hanya terletak dari cara memainkannya. Dengan adanya wayang tavip, orang-orang tetap dapat menikmati seni wayang dengan lebih fresh dan berwarna.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s