Hujan Bulan Juni, Puisi Sapardi Joko Damono #3

Lagi-lagi merasa tersentuh ketika membaca puisi karya Sapardi Joko Damono. Entah bagaimana, tapi menurut saya, beliau dapat menggambarkan dan mengibaratkan sesuatu dari sudut pandang atau hal-hal yang jarang terpikirkan oleh orang lain. Seperti puisi yang berjudul ‘Hujan Bulan Juni’, mungkinkah hujan turun di Bulan Juni? Secara teori kemungkinannya sangat kecil untuk turun hujan di Indonesia pada Bulan Juni, karena bulan Juni termasuk dalam musim panas. Ya, itulah keunikannya. Selamat menyimak puisinya:

Hujan Bulan Juni
Tak ada yang lebih tabah
dari hujan Bulan Juni
dirahasiakannya rintik rindunya
Kepada pohon berbunga itu
Tak ada yang lebih bijak
dari hujan Bulan Juni
Dihapuskannya jejak-jejak kakinya
Yang ragu-ragu di jalan itu
Tak ada yang lebih arif
dari hujan Bulan Juni
Dibiarkannya yang tak terucapkan
Diserap akar pohon bunga itu

Puisi ini menceritakan mengenai ketabahan dalam menahan kerinduan dan kebijakan memendam cinta yang diibaratkan oleh hujan dan pohon bunga itu. Makna dari perumpamaan puisi ini adalah bahwa meskipun seseorang mencintai orang lain dalam hati saja, akan tetapi orang tersebut dapat menunjukkan rasa cintanya kepada orang yang dia cintai melalui sikap, perilaku, dan pemberian yang tulus tanpa mengharapkan balasan atau imbalan apapun, seperti tetes air hujan yang diserap akar pohon bunga itu.

Sumber: klik disini

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s