10 Hal untuk Membuat Website Portofolio

Sebelum membahas lebih jauh mengenai Website Portofolio, akan dibahas terlebih dahulu mengenai portofolio itu sendiri. Sebenarnya apa itu Portofolio? Berdasarkan sumber yang ada, portofolio memiliki banyak arti sesuai dengan bidangnya. Namun, secara umum portofolio merupakan kumpulan dari hasil karya terbaik seseorang yang bisa dilihat orang.

Nah, lalu apa itu website portofolio? Apa bedanya dengan website-website lainnya? Sejauh yang saya ketahui, website portofolio merupakan website yang digunakan untuk ‘mempromosikan’ diri sehingga nantinya orang dapat mengetahui kemampuan/skill kita pada suatu bidang tertentu dan juga pada website ini juga terdapat contoh-contoh hasil karya kita.

Jadi, inti dari suatu personal portofolio website adalah ‘mempromosikan’ diri kita. Remember: Your name is the brand.

Dalam membuat web portofolio, terdapat 10 hal yang perlu diperhatikan yaitu:

  1. Logo
  2. Logo yang digunakan disarankan eye catchy (mudah terlihat), dan sebaiknya diletakkan di pojok kiri atas, biasakan logo kita ngelink ke homepage web kita.

  3. Tagline
  4. Untuk tagline sebaiknya simple dan mudah dipahami, namun tetap mencerminkan siapa diri kamu.

  5. Halaman Portfolio
  6. Halaman ini berisi karya-karya hasil buatan pemilik website, bisa berupa foto atau video. Usahakan gambar yang digunakan mempunyai kualitas yang bagus.

  7. Halaman Service
  8. Halaman ini menjelaskan mengenai service apa saja yang ditawarkan, jelaskan secara singkat.

  9. Halaman About
  10. Halaman ini berisi tentang profil pemilik website, sertakan pula foto pribadi. Ceritakan prinsip-prinsip idealisme dan detail dari karaktermu yang dapat membuat pembaca tertarik.

  11. Halaman Kontak
  12. Berisi data kontak pemilik website, sertakan pula form untuk mempermudah pengunjung mengontak kita.

  13. Blog
  14. Pemilik web dapat menuangkan ide-idenya disini, dan memungkinkan pemilik web untuk lebih berkomunikasi dengan pengunjung web.

  15. Action Button
  16. Action Button maksudnya tombol aksi selanjutnya, seperti tombol “beri komentar” “artikel yang berhubungan”, yang akan menarik perhatian pengunjung untuk mengkliknya, supaya pengunjung tetap mengeksplore isi website kita.

  17. Manfaatkan Social Network
  18. Berikan link ke social network milik pemilik web, yang nantinya akan mempermudah pengunjung website untuk berkomunikasi dengan pemilik web secara personal.

  19. Penggunaan Bahasa
  20. Gunakan bahasa yang mudah dan enak dibaca, biarkan simple dan tidak ribet. Tidak perlu menggunakan bahasa yang terlalu baku atau resmi, hindari menggunakan bahasa yang kasar.

Sumber:
smashing-magazine
gravisware.com

2 thoughts on “10 Hal untuk Membuat Website Portofolio

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s